Rabu, 02 Mei 2012

Dibuka...Kompetisi Menulis Berhadiah ke Belanda!
 
 Dua orang pemenang utama kompetisi ini akan berkesempatan mengikuti summer course di Utrecht Summer School, Utrecht, Belanda, selama dua minggu.
JAKARTA - Ingin merasakan pengalaman summer course di salah satu perguruan tinggi di Belanda dan bertemu dengan teman-teman dari mancanegara? Nuffic Neso Indonesia kembali membuka kesempatan tersebut melalui Kompetiblog Studi di Belanda 2012.
Kompetiblog Studi di Belanda merupakan kompetisi menulis blog yang diadakan oleh Nuffic Neso Indonesia. Tahun ini, kegiatan rutin tersebut memasuki tahun keempat penyelenggaraannya.
"Tahun ini diharapkan bisa menarik minat lebih banyak penulis untuk ikut serta. Tulisan bisa memuat pengetahuan, pendapat, serta pengalaman individu sesuai tema yang ditetapkan oleh panitia," kata Mervin Bakker, Direktur Nuffic Neso I dalam siaran pers pada Selasa (2/5/2012).
Ia mengatakan, cara mengikuti kompetisi ini tidak sulit. Peserta cukup menulis maksimal 500 kata sesuai ketentuan syarat yang diberlakukan. Dua orang pemenang utama kompetisi ini akan berkesempatan mengikuti summer course di Utrecht Summer School, Utrecht, Belanda, selama dua minggu. Panitia juga memberikan hadiah hiburan berupa smartphone untuk pemenang kedua dan kamera digital untuk pemenang ketiga.
Ia mengatakan, tahun ini tema Kompetiblog 2012 adalah: "Dutch Creativity". Peserta dapat menterjemahkan tema tersebut dan menggunakan berbagai pendekatan untuk menjadi bahan penulisan.
"Kami ingin mengajak para peserta memberikan opini tentang Belanda atau ulasan mengenai kebiasaan bangsa Belanda dalam berdiskusi untuk mendapatkan ide-ide baru dan terus menerus melakukan inovasi. Contohnya metoda pengajaran yang menggunakan system problem based learning," ujar Mervin.
Ia menuturkan, peserta yang bisa mengikuti kompetisi ini adalah warga negara Indonesia dan berdomisili di Indonesia saat mengikuti kompetisi ini. Peserta juga harus berusia antara 17-40 tahun dan belum pernah menempuh studi di Belanda.
Tertarik? Informasi selengkapnya bisa dilihat di www.nesoindonesia.or.id

Selasa, 01 Mei 2012

Sudah Dua Semester, Dana Beasiswa Belum Juga Cair

ILUSTRASI
MAKASSAR, - Sebanyak dua semester dana beasiswa luar negeri program Strata dua (S2) yang merupakan bagian dari program 1.000 beasiswa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, belum cair.
"Sudah dua semester ini, kami belum mendapatkan dana beasiswa, padahal pendidikan kami harus terus berjalan," kata salah seorang mahasiswa universitas di Malaysia Wawan di Makassar, Selasa (1/5/2012).
Dia mengatakan, dengan terhambatnya dana beasiswa tersebut otomatis mempengaruhi proses belajar mengajar di negara Jiran.
Sebagai gambaran, untuk membuat makalah dan mencari referensi serta biaya hidup membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. "Sementara dana yang dialokasikan persemester Rp50 juta per orang penerima beasiswa," katanya.
Keluhan serupa juga diakui penerima beasiswa Pemprov Sulsel lainnya yang akrab disapa Ria. Dia mengatakan, kini sudah memasuki tahun kedua, namun dana beasiswa yang dijanjikan pihak Pemprov yang nota bene salah satu program andalan Gubernur Sulsel H Syarul Yasin Limpo, belum cair.
"Padahal anggaran beasiswa untuk program S2 dan S3 luar negeri sudah dianggarkan pada APBD tahun berjalan," katanya.
Berkaitan dengan hal tersebut, mewakili penerima beasiswa dia mempertanyakan kelambanan pencairan dana itu. "Apakah dana kami dialihakn ke kegiatan lain atau apa, itu tidak ada penjelasan, sementara kami terkatung-katung nasibnya di luar negeri," ujarnya.
Sementara itu diketahui, Program 1.000 beasiswa S1 dalam negeri dan 100 beasiswa S2 dan S3 luar negeri telah menghabiskan anggaran ratusan miliar rupiah sejak pencanangannya 2008.
Sebagai gambaran, Sejak bergulirnya program beasiswa S3 di luar negeri ini, total anggaran dialokasikan mencapai lebih dari Rp 103,6 miliar.
Pada 2009-2010 tercatat 56 mahasiswa S3 yang diberangkatkan ke Selandia Baru, Malaysia dan Australia.
Sementara itu, pada 2010 Pemprov Sulsel mengeluarkan anggaran sebanyak Rp 22,9 miliar dan periode 2011 naik menjadi Rp 38 miliar.

Rabu, 25 April 2012

Beasiswa S-2 Matematika di Paris, Minat?
Menara Eiffel, Paris, Perancis.
 The Jacques-Hadamard Mathematic Foundation, Perancis, membuka kesempatan beasiswa untuk studi matematika selama satu tahun di Paris.

Program beasiswa ini dibuka untuk mahasiswa yang sudah mengambil jurusan matematika atau yang berkaitan dengan matematika, baik di universitas di Perancis maupun negara lain. Besar beasiswa mencapai 10.000 euro setiap tahun, sudah termasuk asuransi kesehatan.

Beasiswa ini terbuka untuk semua mahasiswa dan seleksi didasarkan pada kualitas akademik dan surat rekomendasi. Pendaftaran dibuka mulai bulan Mei-10 Juni 2012. Informasi selengkapnya bisa dilihat di www.fondation-hadamard.fr.

Jumat, 20 April 2012

Beasiswa Belajar di Turki, Santri Harus Hafal Juz' Amma
Kementrian Agama Republik indonesia bekerja sama dengan Yayasan Pusat Persatuan Kebudayaan Islam Indonesia-Turki (United Islamic Cultural Centre of Indonesia-Turkey) menawarkan program beasiswa belajar di pesantren Turki bagi para santri Indonesia.

Program ini bertujuan untuk memberikan pendidikan Qira’atil Qur’an dan Tahfidzul Qur’an;  memberikan pendidikan Bahasa Arab dan Bahasa Turki; dan ketiga, memberikan pendidikan Fiqih dan Akidah Islamiyah.

Terdapat dua program beasiswa yang diberikan, yaitu Program tahfidz Al-Quran dan Bahasa, serta program Bahasa. Untuk program tahfidz Al-Quran diutamakan untuk peserta yang minimal telah menghafal Al-Quran Juz Amma. Sementara itu untuk program bahasa, diperuntukkan bagi peserta yang telah menghapal Al-Quran 30 juz.

Persyaratan lainnya adalah santri berusia 13-18 tahun dari pesantren tingkat MTS/ SMP sederajat, disiplin, tidak merokok, berakhlak mulia, dan fasih membaca Al-Quran dengan tajwidnya.

Batas waktu pendaftaran dibuka mulai tanggal 10 April s/d 8 Juni 2012 dan dapat diakses melalui Kanwil Kemenag Provinsi setempat atau www.uicci.org. Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan buka website www.ditpdpontren.com
Beasiswa S-2 Pariwisata ke Italia, Mau?


ILUSTRASI
Bermimpi melanjutkan kuliah pariwisata ke Italia? Kini waktunya mewujudkan mimpi karena MIB School of Management of Trieste, Italia, menawarkan beasiswa S-2 Tourism & Leisure untuk Anda.

Beasiswa edisi ke-12 (Oktober 2012-Oktober 2013) dari MIB School ini digunakan untuk biaya pendidikan. Beasiswa yang diberikan mencakup hingga 70 persen dari biaya pendidikan penuh atau sekitar 18.000 euro. Besarnya beasiswa akan dipertimbangkan sesuai dengan biaya pendidikan secara keseluruhan.

Apa saja persyaratannya? Lulusan sarjana S-1, fasih berbahasa Inggris dengan memiliki sertifikat TOEFL atau IELST atau PTE, dan memiliki pengalaman bekerja. MIB School of Management hanya akan memberikan beasiswa untuk para kandidat terbaik yang terpilih berdasarkan kualifikasi pendidikan, keterampilan, pengetahuan luas, dan motivasi yang diperlihatkan selama tes wawancara.

Jika Anda tertarik, maka seluruh dokumen paling lambat harus dikirim pada tanggal 24 September 2012. Formulir pendaftaran bisa Anda dapatkan secara online melalui www.mib.edu/imtl.

Kamis, 19 April 2012

Unisma Buka Beasiswa Kedokteran untuk Santri
MALANG - Universitas Islam Malang (Unisma), Jawa Timur, membuka program beasiswa untuk fakultas kedokteran khusus bagi para santri lulusan SMA/MA jurusan IPA. Program tersebut juga untuk menarik calon mahasiswa baru dari kalangan lulusan pesantren.
"Program beasiswa untuk santri ini baru dibuka tahun ini," jelas Kepala Humas Unisma Malang, Pardiman, Kamis (19/4/2012).  Program tersebut menurutnya adalah program dari Kementerian Agama . Unisma hanya mendapatkan jatah 40 orang khusus santri yang akan mengambil Fakultas Kedokteran.
Fakultas Kedokteran di Unisma sendiri sudah berdiri sejak 2005. Lewat program beasiswa ini diharapkan keilmuan para santri bisa ditingkatkan, khususnya yang bercita-cita menjadi dokter. "Selama ini para santri kurang diakomodir di fakultas kedokteran. Padahal tak sedikit santri yang ingin kuliah di kedokteran. Selain itu mereka juga terkendala biaya," kata Pardiman.
Setelah lulus nantinya, jelas Pardiman, sebanyak 40 santri tersebut diwajibkan mengabdi ke pesantren asalnya, minimal selama 2 tahun. "Selain untuk membantu pesantren yang memberi rekomendasi, juga diharapkan bisa membantu warga disekitar pesatren," ujarnya.
Selama masa kuliah, sebanyak 40 santri yang mendapatkan beasiswa tersebut, oleh pihak Unisma akan diasramakan di pondok pesantren dibawah naungan Unisma. "Namun, soal tempat tinggalnya masih dibahas. Karena Unisma juga akan membangun rumah susun sewa," ujarnya.
Pardiman mengatakan, selain mendapat rekomendasi dari pengasuh pesantren, para santri yang berminat tetap harus mengikuti tes penerimsaan.